“Nafsu Besar Tenaga Kurang” begitulah analogi yang tepat untuk menggambarkan pengalaman saya ketika membantu istri merintis bisnis snack di pertengahan tahun 2005.
Banyak hal yang telah terjadi selama saya membantu bisnis snack istri saya yang dijalankan melalui toko Krispi Snack (www.krispisnack.com) baik secara online maupun offline. Mulai dari berburu lokasi produsen snack hingga menghadapi keunikan perilaku pelanggan atau reseller kami.
Ketika berburu produsen snack, dengan semangat 45 kami melakukan negoisasi dengan beberapa produsen snack dan ternyata kami baru sadar bahwa untuk melakukan kesepakatan dengan mereka dibutuhkan modal yang tidak sedikit karena sebagian besar dari mereka mensyaratkan jumlah minimal quantity barang yang cukup tinggi untuk ukuran kami saat itu untuk mendapatkan harga kulakan yang kompetitif dan pengiriman barang secara langsung oleh mereka. Harga yang mereka tawarkan tentu saja belum termasuk ongkos kirim ke lokasi kami.
Kami bisa saja membeli dengan jumlah quantity yang lebih sedikit tetapi tentu saja harga yang ditawarkan ke kami setara dengan harga yang ditawarkan oleh distributor atau bahkan agen dari produsen snack tersebut ke kami. Hal tersebut tentu saja menjadi tidak menarik lagi karena kami masih harus mengeluarkan ongkos kirim sedangkan jika membeli melalui distributor atau agen dari produsen snack tersebut, dengan harga yang sama, produk snack yang kami bisa diantar oleh mereka ke lokasi kami tanpa tambahan ongkos kirim.
Kadang kala, ketika ingin memulai suatu usaha perdagangan, setiap keinginan untuk membeli barang dagangan langsung dari sumbernya harus disesuaikan dengan modal yang kita miliki. Jika kita memiliki modal yang besar dan yakin dapat menjual barang dagangan yang kita beli dalam jumlah besar ke reseller atau konsumen akhir dalam jangka waktu sebelum barang dagangan tersebut kadaluarsa atau out of date maka kita memang layak untuk bernegoisasi dan bertransaksi langsung dengan produsen barang tersebut. Tetapi jika tidak, maka sebaiknya kita membeli dari distributor atau agen dari produsen barang tersebut yang dapat melayani pembelian dalam skala kecil dengan layanan antar gratis atau jika pun bayar, ongkos kirimnya masih relatif murah.
Walaupun demikian, jika ongkos kirim atau ongkos transportasi untuk membeli barang dari produsen terbilang cukup murah sehingga HPP nya masih kompetitif dan produsen menerima pembelian dalam skala kecil, maka kita layak untuk bernegoisasi dan bertransaksi secara langsung dengan produsen tersebut.
Oleh karenanya, ketika memulai bisnis snack, kami memutuskan untuk tidak terlalu muluk-muluk dalam melakukan pembelian produk snack. Selain modal terbatas, kami juga belum tahu seberapa lancar penjualan dari masing-masing jenis snack yang akan kami jual. Kami menyadari bahwa satu produsen hanya bisa memproduksi rata-rata 1-5 jenis snack saja sehingga bilamana modal kami habis digunakan untuk membeli produk snack dalam jumlah banyak dari satu produsen saja maka jenis snack yang akan kami jual akan sangat sedikit sehingga tidak akan menarik bagi reseller atau pelanggan kami dan ini tentu saja akan menghambat perjalanan awal bisnis snack kami.
Pada saat itu, kami memutuskan untuk bernegoisasi dan bertransaksi dengan distributor snack dimana mereka menjual aneka ragam jenis snack baik yang berasal dari produsen snack afiliasi mereka maupun produsen snack yang lain. Dengan modal terbatas, kami dapat melakukan pembelian produk snack dengan jumlah sedikit untuk setiap jenisnya sehingga memungkinkan kami untuk membeli lebih dari 50 jenis snack dengan jumlah yang merata dan hal ini sangat membantu kami untuk menawarkan aneka pilihan snack ke reseller atau pelanggan kami.
Saat ini, seiring perjalanan 3 tahun bisnis snack istri saya, kami telah mampu melakukan negoisasi dan transaksi pembelian secara langsung dengan beberapa produsen snack. Walaupun demikan, kami tetap melanjutkan hubungan dagang dengan distributor snack yang telah menjadi supplier snack kami selama ini karena kami menyadari bahwa keberadaan mereka masih kami butuhkan untuk menjaga keseimbangan persediaan barang kami setiap saat.
Salah satu hikmah yang dapat kami petik ketika menjalankan suatu bisnis atau usaha dengan modal yang terbatas adalah bahwa untuk melakukan negoisasi dan transaksi secara langsung dengan sumber asal pertama bahan baku atau barang dagangan, kita harus realistis dan menyadari bahwa untuk mencapai tujuan tersebut, kita membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit untuk melakukan penelusuran informasi keberadaan sumber asal pertama bahan baku atau barang dagangan dan modal yang terbatas sangat tidak efektif dan efisien untuk melakukan negoisasi dan transaksi secara langsung dengan sumber asal pertama bahan baku atau barang dagangan.
Saya percaya bahwa ada beberapa tahapan ujian dan proses berjenjang yang harus dilalui oleh setiap orang untuk mencapai suatu titik yang dinamakan kesuksesan bisnis.